This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.

This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.

This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 24 Oktober 2012
BAB III paper Q
BAB
III
PENUTUP
1.
Membudidayakan lobster air tawar itu gampang
tidak susah dan tidak rewel kalau di pelihara.
2.
Budi daya lobster air tawar memang mudah dan dapat
dilakukan di mana saja.
3.
Di Indonesia memiliki iklim tropis, jadi
cocok untuk membudidayakan lobster air tawar.
4.
Cara membedakan jenis kelaminnya lobster
air tawar ialah dengan melihat bentuk tertentu yang terletak ditangkai kaki
jalan dan ukuran capit.
5.
Lobster air tawar selain juga bisa sebagai
makanan bisa juga sebagai kesehatan, karena lobster air tawar mengandung sumber
protein yang sangat baik, yang penting buat tubuh kita untuk energi dan pemantapan
produksi gula darah.
B.
Saran
1.
Bagi Pembaca
Dengan tersusunnya karya tulis, maka penulis
berharap karya tulis dapat menambah wawasan para pembaca dan menjadikan rujukan
bagi pembaca dalam pembuatan karya tulis yang ada hubungannya dengan karya tulis
ini.
2.
Bagi Penulis
Sebagai manusiabiasa, penulis tentu tak lepas
dari kesalahan serta kekurangan dalam pembuatan karya tulis ini.Oleh karena itu
penulis berlapang dada dan senang hati mengharap kritik dan saran dari pembaca
yang bersifat membangun demi penyempurnaan karya tulis ini.
BAB II paper Q
PEMBAHASAN
1.
Lokasi Budi
Daya
Budi daya
lobster air tawar memang mudah dan dapat di lakukan dimana saja. Wilayah
Indonesia yang beriklim tropis memiliki prospek
yang sangat besar untuk budi daya
lobster air tawar.Iklim dan lingkungan
yang menyerupai habitat aslinya memungkinkan untuk budi daya sepanjang
tahun.Meskipun demikian, pemilihan lokasi usaha akan sangat berpengaruh
terhadap hasil, biaya,dan kemudahan dalam melakukan budi daya. Karena itu,
pemilihan lokasi ini harus benar-benar di pertimbangkan keuntungan dan
kerugiannya.Ada beberapa faktor utama yang dapat dijadikan pertimbangan dalam
memilih lokasi budi daya.Faktor-faktor itu antara lain sarana dan prasarana
budi daya, faktor kualitas air, serta
faktor ekonomis.
Untuk menghemat biaya, lokasi budi daya yang dipilih sebaiknya memiliki
sarana, prasarana, dan kualitas air yang mendukung usaha.Selain itu, lokasi
yang di pilih sebaiknya berdekatan dengan sumber pakan, baik pakan alami maupun
buatan. Sebagai contoh,lokasi yang berdekatan dengan perumahan biasanya
memudahkan peteni dalam mendapakan pakan alami berupa jentik nyamuk. Lokasi
yang jauh dari tempat membeli pakan buatan,obat, dan peralatan penunjang
membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkannya. Begitu
juga dengan tempat pemasaran. Jika lokasi budi daya jauh dari sentra pemasaran
atau petani lain,petani akan memenuhi kesulitan dalam menjual lobsternya.
Usaha budi daya lobster skala kecil dapat dilakukan di tempat yang tidak
terlalu luas.Bahkan, halaman rumah tinggal dapat digunakan sebagai tempat budi
daya dengan wadah akuarium atau bak plastik.
Hal penting
yang tidak boleh dilupakan adalah faktor keamanan lokasi budi daya. Mengingat
lobster air tawar memiliki harga yang cukup tinggi, tentu saja akan
memungkinkan orang-orang tidak bertanggung jawab melakukan hal yang tidak kita
inginkan.
2.
Wadah
Pemeliharaan
a.
Kolam semen
pembudidayaan
lobster air tawar skala besar sebaikya menggunakan wadah berupa kolam yang
terbuat dari semen selain dapat menampung udang, kolam semen juga bersifat
permanen, sehingga dapat di gunakan secara berulang-ulang.Namun, jika tidak
tersedia lahan yang memungkingkan untuk membuat kolam, dapat di gunakan bak
plastik, bak semen, bak fiberglass, atau akuarium.Pemilihan ini tentunya
terkait dengan jumlah lobster yang akan di pelihara dan jumlah modal untuk
usaha.Dalam membudidayakan lobster air tawar menggunakan wadah berupa kolam
semen dan akuarium.Kolam semen di gunakan untuk pembesaran dan pemeliharaan
lobster dewasa. Akuarium digunakan untuk pemeliharaan lobster muda dan
penjodohan induk. Cara ini cocok dilakukan para petani yang tinggal dikota
dengan lahan yang terbatas.
Kolam semen
dapat dibuat berbentuk segi empat dengan ukuran 2 x 3 x 0,5 m. Ukuran dan
jumlah kolam yang dibuat harus disesuaikan dengan luas lahan dan jumlah lobster
yang akan dipelihara. Namun, untuk budi daya dalam jumlah besar sebaiknya kolam
tidak dibuat terlalu luas, tetapi berukuran sedang dengan jumlah banyak
(ditambah jika perlu).Hal ini bertujuan memudahkan perawatan, penyeleksian, dan
pengontrolan lobster.Dinding-dinding kolam sebaiknya dibuat licin agar lobster
tidak dapat merayap ke luar kolam, mengingat lobster terkenal sebagai binatang
pengembara yang tangguh.Ia dapat bertahan beberapa jam di daratan tanpa air.
Untuk
memudahkan pengurasan air, dasar kolam dibuat miring ke satu sudut dengan
kemiringan 5 sampai 10 derajat.Di sudut tersebut di buat lubang pembuangan yang
dapat diyuyup dengan pipa paralon. Pipa yang digunakan adalah PVC berdiameter 4 inci. Sisi-sisi
bagian atasnya, kira-kira 5 cm (atau setinggi permukaan air) dari ujung atas,
di lubangi dengan diameter 0,5 cm.
Pipa pembuangan juga dapat dibuat dengan menutup bagian atasnya dengan
menggunakan kawat kusa, sehingga lobster tidak dapat masuk ke dalamnya.Pipa
paralon ini berguna untuk mencegah meluapnya air hujan atau air sirkulasi,
sehingga ketinggian air selalu terjaga. Pemeliharaan lobster air tawar tidak
membutuhkan air yang terlalu banyak.Ketinggian air yang digukan cukup 10 sampai
15 cm dari dasar kolam.Lubang di sisi-sisi pipa dapat dibuat dengan solder atau
besi berbentuk bulat yang dipanaskan. Untuk keperluan pengurasan, pipa di
lubang pembuangan diganti dengan pipa yang sepanjang isinya berlubang.Untuk
kolam yang berisi lobster yang masih kecil, pipa di lapisi dengan kain
kasa.Dasar kolam sebaiknya juga di buat lebih tinggi daripada permukaan tanah
di luar kolam. Hal ini
dimaksudkan agar kotoran yang berada di dasar kolam bisa dibersikan dengan cara
disedot dengan selang.
Di bagian luar lubang pembuangan dibangun parit kecil mengelilingi
kolam.Parit ini berfungsi untuk mengalirkan air kurasan atau luberan dari
kolam.Air dari parit ini dialirkan ke tempat pembuangan.Kolam pemeliharaan yang
terletak di luar ruangan sebaiknya dilengkapi dengan naungan agar lobster yang
dipelihara tidak terkena cahaya matahari secara langsung.Naungan ini juga
berguna untuk mempertahankan fliktuasi suhu air akibat panas matahari. Naungan dapat dibuat dari bahan paranet dengan ketinggian 2 sampai
2,5 meter dari dasar kolam.
b.
Akuarium
Akuarium dapat
di gunakan sebagai wadah pemeliharaan jika budi daya yang dilakukan
berskala kecil. Selain ringkas dan tidak memakan tempat, keuntungan penggunaan
akuarium adalah memudahkan pengawasan dan pengontrolan lobster.Akuarium dapat
dibuat dengan ukuran 0,5 x 1 x 0,5 m. Akuarium
dibuat dari bahan kaca dengan dengan ketebalan 0,5 m.Sepanjang bibir atas
akuarium dipasang kaca dengan lebar 5 cm dan panjang disesuaikan dengan dinding
akuarium.ketinggian air untuk pemeliharaan adalah sekitar 10 samapai 15 cm.
Akuarium harus dilengkapi dengan aerator untuk mempertahankan air akuarium
tetap segar dan menjaga kandungan oksigen di dalam air tetap tinggi. Hal ini
berbeda dengan kolam yang menggunakn air mengalir untuk menjaga kesegaran dan
suplai oksigen di air.
Ukuran akuarium
dapat lebih besar jika lobster yang di pelihara di dalamnya lebih banyak. Untuk
keperluan pembenihan, akuarium berukuran 0,5 x 1 x 0,5 m dapat digunakan untuk
perkawinan induk sebanyak 1 set (3 ekor lobster jantan dan ekor 5 ekor betina
). Akuarum untuk pemeliharaan anakan lobster yang besarnya sama dengan akuarium
pembenihan dapat diisi anakan sesuai dengan jumlah anakan yang menetas dari 1
ekor induk betina. Akuarium berukuran besar yang digunakan untuk pemeliharaan
lobster dewasa dibuat dengan patokan tangan pemilik dapat menjangkau sudut
bawah dinding akuarium yang berseberangan.Hal ini memudahkan pemilik menangkap
dan menjangkau lobster.Berbeda dengan dikolam semen, pemilik tentunya tidak
dapat masuk ke dalam akuarium untuk menangkap lobster yang dipeliharanya.
Agar tempat
yang tidak terlalu luas dapat dimanfaatkan secara optimal, akuarium dapat
dibuat dengan system bertingkat. Jarak akuarium bawah dengan akuarium yang di
atasny dibuat sekitar 10 sampai 15 cm, sehingga tangan pemilik dapat menjangkau
seluruh dasar akuarium. Akuarium untuk pemeliharaan dapat diletakan , baik di
halaman rumah, garasi, maupun di loteng.
3.
Temperatur
LAT juga toleran terhadap suhu sangat dingin mendekati beku hingga
suhu diatas 35 °C. Meskipun demikian untuk LAT-LAT daerah tropis hendaknya
dipelihara pada selang suhu 24 – 30° C Pertumbuhan optimum akan dapat
dicapai apabila mereka dipelihara pada selang suhu 25-29 °C.
4. Ph Dan Kesadahan
LAT juga toleran terhadap suhu sangat dingin
mendekati beku hingga suhu diatas 35 °C. Meskipun demikian untuk LAT-LAT daerah
tropis hendaknya dipelihara pada selang suhu 24 – 30° C Pertumbuhan
optimum akan dapat dicapai apabila mereka dipelihara pada selang suhu 25-29 °C.
5.
Kualitas Air
Lainnya
Berbagai laporan menunjukkan bahwa LAT muda sensitif terhadap kadar
klorin tinggi. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk menuakan air terlebih
dahulu sebelum digunakan untuk LAT.LAT diketahui pula
dapat mengakumulasikan merkuri (Hg) dalam tubuhnya sehingga mereka sering
dijadikan sebagai indikator pencemaran lingkungan. LAT sensitif terhadap
pestidida, terutama dari golongan organoklorin, begitu pula residu-residu
minyak. Hal ini hendaknya menjadi perhatikan bagi mereka yang ingin
membudidayakan LAT secara terbuka, agar terlebih dahulu memeriksa dengan
seksama sumber air yang akan digunakan budidaya lobster air tawar biasanya
dibedakan menjadi usaha pembenihan dan usaha pembesaran atau merupakan kesatuan
dari keduanya.
a.
Pembenihan adalah
menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci. Yang
pertama kali diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang
penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya
perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex.
Berikutnya adalah kolam untuk perkawainan dengan ukuran maksimal 1m2 untuk 1
set (5 ekor betina 3 ekor jantan). Medianya cukup mengunakan aquarium atau
kolam semen.
b.
Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, Yang pertamakali
dibutuhkan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Berikutnya
adalah lahan yang yang cukup luas dan sebaiknya merupakan kolam tanah dengan
ukuran maksimal 1 M2 untuk 10 ekor. Jantan dan betina harus dipisahkan untuk
mencegah perkawinan selama pembesaran. Lobster jantan lebih cepat
pertumbuhannya oleh karena itu pembesaran sebaiknya dilakukan pada lobster
jantan.
6.
Pakan
Agar pertumbuhan LAT sesuai dengan yang diharapkan maka pakan yang
diberikan harus mengandung nutrisi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan
LAT. Nutrisi yang dibutuhkan LAT terdiri dari Protein, lemak,
karbohidrat, vitamin dan mineral.Sekarang ini sudah banyak produsen-produsen
yang memproduksi pakan LAT.
7.
Jenis-Jenis
Pakan
a.
Pakan alami,
biasanya dibudidayakan oleh peternak. Namun karena keterbatasan sarana dan
prasaran biasanya peternak merasa kesulitan. Pakan alami yang
dibudidayakan umumnya adalah chlorella, tetraselmis, dunaleilla, diatone,
spirulina, artemia, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing tanah dan
cacing darah.
b.
Pakan buatan
sendiri, merupakan pakan yang diracik oleh peternak dari berbagai bahan
seperti: tepung rebon, tepung ikan, cacing, wortel, toge, kacang hijau dan
keong mas. Pakan racikan bisa dibentuk pellet atau pasta.
c.
Pakan komersil,
yaitu pakan yang sudah jadi yang dioleh oleh perusahaan pakan ikan.
Pemberian
pakan sebaiknya 3% dari berat badan LAT dan diberikan pada pagi atau sore
hari.Jika pakan tidak habis sebaiknya dibuang pada saat pemberian pakan
berikutnya.
B. Cara Membedakan antara Jantan dan Betina
Dalam budi daya
lobster air tawar, jenis kelamin merupakan hal yang penting untuk
diketahui.Kesalahan dalam pemilihan induk jantan dan betina tentunya
mengakibatkan kegagalan dan hanya membuang waktu. Perbedaan kelamin pada
lobster air tawar baru dapat dilihat pada saat umurnya telah mencapai 2 sampai
3 bulan dengan panjang total rata-rata 4 sampai 6 cm. Tanda kelamin primer
lobster air tawar adalah perbedaan bentuk tertentu yang terletak di tangkai
kaki jalan dan ukuran capit. Sementara itu, cirri-ciri sekunder yang dapa
dilihat secara visual adalah kecerahan warna tubuhnya.
Lobster jantan memiliki tonjolan di dasar tangkai kaki jalan ke-5 jika
perhitungan dimulai dari kaki jalan di dawah mulut.Ciri lobster air tawar
betina adalah terdapatnya lubang bulat
yang terletak di dasar kaki ke-3. Berdasarkan
ukuran capitnya, lobster jantan memiliki capit2 sampai 3 kali lebar buku
pertama ( tangkai capit ) dan lobster betina memiliki ukuran capit yang sama
atau 1,5 kali buku pertama.
Dilihat dari ciri-ciri sekunder, warna lobster jantan lebih cerah jika
dibandingkan dengan warna dasar tbuh lobster betina, dengan catatan wadah dan
perlakuan yang diberikan dalam pemeliharaannya sama. Jika perbandingan ini dilakukan dalam lingkungan pemeliharaan yang
berbeda, kecerahan dan tingkat ketajaman dari warna dasar itu akan berbeda
pula. Warna pigmen dalam cangkang tubuh sangat dipengaruhi oleh warna air,jenis
pakan, dan kandungan dasar pigmen yang dimiliki oleh tiap spesies ikan.
Perbedaan jantan dan betina redclaw dapat dilihat dari warna
capitnya.Pada lobster jantan terdapat warna merah di ujung capitnya.
C.
Peluang Bisnis
Membudidayakan Lobster Air Tawar
Hingga kini,
belum banyak orang yang menggeluti usaha budi daya lobster air tawar.Salah satu
penyebabnya adalah belum banyak yang mengetahui yang mengetahui keberadaan lobster
air tawar.Kebanyakan orang hanya mengetahui air laut yang ditangkap oleh para
nelayan. Ukuran dan bentuk lobster air tawar memang memang mirip dengan lobster
air laut.perbedaanya,lobster air tawar dapat dibudidayakan. Lobster air laut
yang ada di pasaran berasal dari tangkapan nelayan.
Sebenarnya permintaan pasar lobster air tawar di dalam negeri bisa
dikatakan cukup tinggi.Namun, hingga kini produksi domestik belum dapat
memenuhi kebutuhan pasar tersebut.Hal ini disebabkan memang belum banyak petani
yang menggeluti budi daya lobster air tawar. Petani
yang sudah mencoba membudidayakannya masih terbatas di kota-kota besar, seperti
Jakarta dan yogyakarta. Sementara itu, prospek pasar luar negeri masih sangat
terbuka lebar.Tidak sedikit negara di Asia dan Eropa yang mengimpor lobster air
tawar untuk kebutuhan dalam negerinya. Negara-negara seperti Australia, Cina,
Jepang,dan Amerika Serikat adalah Negara penghasil lobster terbesar di dunia.
Australia sebagai salah satu Negara penghasil lobster air tawar,hanya
mengekspor 35% hasil produksinya ke Singapura, Hong Kong,Taiwan, dan Korea.
Sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Lobster air
tawar tidak membutuhkan perawatan secara intensif, budidayanya juga relatif
gampang jika dibandingkan dengan sesama udang-udangan yang lain. Teknik
budidayanya cukup sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja.Dengan
sedikit modal dan ditunjang niat dan kemauan, semua orang dapat
melakukannya.Lahan yang dibutuhkan juga tidak harus luas. Lobster air tawar
dapat dibudidayakan diakuarium atau kolam berukuran kecil. Tidak seperti udang
windu atau galah yang membutuhkan lahan yang luas dan pengelolaan secara
intensif.
Selain gampang
dibudidayakan, kelebihan lobster ini tawar adalah tidak mudah terserang penyakit,
pemakan tumbuhan sekaligus hewan ( omnivara), pertumbuhannya relative cepat,
serta memiliki daya bertelur tinggi. Lobster air tawar berumur satu tahun bisa
menghasilkan 200 sampai 500 telur dalam sekali kawin. Padahal, dalam 1 tahun ia
dapat kawin hingga 3 sampai 5 kali. Semakin bertambah umurnya, semakin
bertambah pula jumlah telur yang dihasilkannya. Kemampuan menghasilkan telur
tersebut akan menurun setelah melewati
masa produktifnya, yakni setelah lobster tersebut berumur lebih dari 5 tahun.
Saat ini yang menjadi kendala dalam melakukan budi daya lobster air tawar
adalah indukan masih harus didatangkan dari luar negeri.Meskipun di Indonesia
sudah ada yang menyediakan induk untuk dibudidayakan, jumlahnya masih belum
mencukupi untuk dibudi daya skala besar dan strain lobsternya masih
terbatas.Sementara itu, untuk mendatangkan indukan dari luar negeri membutuhkan
biaya ekstra.Selain itu, teknik untuk budi daya lobster air tawar juga masih
baru, sehinnga ada sedikit tantangan untuk menekuninya.
D.
Cara Memanen
dan Mengemas Lobster Air Tawar
a.
Pemanenan Benih
Pemanenan benih
bertujuan menyediakan benih bagi petani lain yang akan melakukan budi daya
lobstervair tawar. Benih yang dijual di pasaran biasanya berumur 1 sampai 1,5
bulan dan panjang tubuhnya sudah mencapai 2,5 sampai 4 cm. Benih yang belum
berumur kurang dari satu bulan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan yang
mendadak. Karena itu, benih yang dipanen sebelum berumur 1 bulan kemungkinan
akan stres dan mati cukup tinggi, baik saat masih di dalam kemasan pengangkutan
mupun edi lingkungan barunya.
Benih yang
dipanen ini berasal dari wadah penetasan.Sebelum benih-benih dipanen, terlebih
dahulu tempat persembunyian yang ada di akuarium diangkat. Selanjutnya,benih
ditangkap menggunakan serok kain kasa dan dikemas.Pengemasan benih menggunakan
wadah plastik berukuran 40 x 50 cm. Untuk mencegah kebocoran di perjalanan
karena capit lobster, harus dipilih plastik yang tebal dan penggunaannya
dirangkap dua. Pada dasarnya cara pengemasan benih lobster air tawar dengan
plastik tidak berbeda dengan pengemasan ikan hias dan benih ikan konsumsi
lainnya. Cara pengemasan tersebut sebagai berikut.
1)
Plastik diisi
dengan air bersih sebanyak 1/3 bagian. Satu kemasan plastic dapat diisi dengan
50 ekor benih berumur 1 sampai 1,5 bulan. Pengisian yang berlebihan akan
mengakibatkan lobster mudah stres dan mati.
2)
Plastik diisi
oksigen hingga penuh. Perbandingan air dan oksigen adalah 1:3.
3)
Ujung terbuka
plastik diikat menggunakn karet gelang dan kemasan siap diangkut.
4)
Untuk
pengangkutan jarak jauh, kepadatan benih yang di tempatkan di dalam plastik
dikurangi dan benih lobster dipuasakan 1 hari sebelum dipanen. Hal ini
bertujuan agar saat menempuh perjalanan jauh, benih lobster tidak mengeluarkan
kotoran yang dapat menimbulkan kandungan amonia di dalam wadah. Amonia dalam
kemasan akan menyebabkan lebih lemas dan mati.
b.
Pemanenan
Lobster Konsumsi
Untuk tujuan
konkumsi, lobster biasanya dipanen saat berumur 7 sampai 12 bulan atau telah
memiliki ukuran tubuh sekitar 10 sampai 17 cm. Berapa restoran atau pengepul
kadang-kadang juga meminta lobster konsumsi berukuran yang lebih besar dan
berumur antara 1 sampai 2 tahun. Sebelum pemanenan dilakukan harus disediakan
wadah untuk mengemasnya. Untuk pengangkutan jarak jauh, wadah yang diperlukan
bias berupa kotak styrofoam berukan 1 x 0,5 x 0,4 m. Sementara itu,
pengangkutan jarak pendek dapat menggunakn jerigen volume 20 liter yang salah
satu sisinya dilubangi untuk memasukan dan mengeluarkan lobster. Wadah
pengemasan tidak bias berupa plastik karena sangat rawan kebocoran. Lobster
dewasa bisa tahan atau bisa hidup meskipun tidak diberi oksigen.
Sebelum lobster
ditangkap, tepat persembunyian dan tanaman air dipindakan terlebih dahulu.Air
kolam dibuang hingga kitinggianannya tinngal 3 cm dari dasar kolam.
Selanjutnya, lobster ditangkap satu per satu menggunakan tangan dan langsung
dimasukan ke wadah pengemasan yang telah diisi dengan air setinggi 6 sampai 8
cm. Wadah pengemasan tersebut dapat menampung 20 sampai 30 lobster.
Selanjutnya, wadah ditutup dan sambungan antara penutup dan wadah diplester
agar tidak mudah lepas dan tumpah.
c.
Pemanenan Induk
dan Calon Induk
Induk
lobster adalah lobster air tawar dewasa yang telah berumur lebih dari 1 tahun
dan siap untuk dikawinkan.Calon induk adalah lobster air tawar yang berumur
lebih dari 7 bulan dan telah matang sel kelamin, tetapi untuk telah
mengawinkannya sebaiknya menunggu hingga umurnya lebih dari 1 tahun. Cara
pemanen induk pada dasarnya sama dengan pemanenan lobster untuk konsumsi. Induk
dan calon induk biasanya dijual dalam bentuk set. Satu set terdiri dari 5 ekor
lobster betina dan 3 ekor jantan. Induk dan calon induk dipilih dari lobster
yang berkualitas yang berkualitas.Untuk mengangkut induk dan calon induk,
pengemasan dilakukan dengan wadah seperti pada pengemasan lobster konsumsi.
Satu kotak hanya diisi 1 set induk atau calon induk.
E.
Pemanfaatan
Lobster
a.
lobster untuk
dikonsumsi
Tingginnya
permintaan lobster air tawar berhubungan dengan tujuan utama udang tersebut
dibudidayakan, yakni untuk dikonsumsi. Di Indonesia, hidangan lobster air tawar
masih terbatas di beberapa restoran di kota-kota besar dan hotel berbintang
sebagai menu khusus atau istimewa. Harga lobster air tawar di pasaran dalam
negeri masih relatif tinggi.Hal ini terkait dengan masih kecilnya hasil
produksi lobster air tawar olehg petani dalam negeri.Pada tahun 2003, harga
lobster air tawar untuk konsumsi sekitar Rp200.000/kg. Sementara itu, harga
sajian yang berisi lobster air tawar di restoran dan hotel di Indonesia antara
Rp200.000 sampai Rp300.000. Umumnya, lobster air tawar dihidangkan dalam bentuk
lobster saus, sup, dan salad. Menurut beberapa konsumen, hidangan lobter air
tawar banyak digemari karena daginggnya yang padat, pejal, empuk, dan rasanya
cukup gurih, terutama jika dibandingkan dengan lobster air laut atau jenis
udang lainnya. Lobster air tawar juga memiliki kandungan gizi yang cukup
tinggi, terutama protein. Tidak sedikit orang yang percaya bahwa daging lobster
air tawar dapat meningkatkan vitalitas dan gairah seksual kaum wanita.Sementara
itu, kandungan seng yang cukup tinggi dapat memicu produksi libido dan
meningkatkan aktivitas sperma kaum pria.Mengonsumsi hidangan lobster air tawar
sebaiknya dilengkapi dengan aneka sayuran.Hal ini untuk mengimbangi kandungan
kolesterol yang ada dalam lobster air tawar tersebut.
Masyarakat Asia
yang gemar hidangan lobster baik lobster air tawar maupun lobster air laut,
adalah masyarakat Singapura, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Malaysia.Di
negara-negara barat, seperti Belanda, Italia, Prancis, Belgia, dan Amerika
Serikat sangat gampang ditemukan restoran yang menyediakan menu lobster.Secara
tidak langsung tentu saja kebutuhan lobster di negara-nagara tersebut juga
tinggi, sehingga oulang ekspor sangat terbuka lebar.
b. Lobster Untuk Peluang Bisnis
DI benak para petani ikan, atau masyarakat agribisnis
lainnya, pasti berpikiran, bahwa untuk membuka usaha budidaya udang mesti
memerlukan lahan yang luas untuk tambak.Namun tidak seluruhnya benar, karena
ada budidaya udang yang modalnya tidak terlampau besar, tapi dengan hasil yang
lumayan besar.
Namun
ada angin segar buat petani udang golongan menengah, sekarang ada jenis udang
yang bisa dibudidayakan tidak memerlukan lahan luas, baik tambak maupun kolam,
yaitu Udang Lobster Air Tawar. Untuk udang yang satu ini, cukup dibudidayakan
dalam akuarium air tawar saja, tanpa memerlukan lahan dan tempat yang luas.
Pasalnya,
daging lobster banyak mengandung kadar seng, zat ini mampu meningkatkan
produksi hormon sehingga pergerakan sperma menjadi tinggi. Dengan begitu,
kemampuan vitalitas libido menjadi tambah kuat dan tahan lama.Selain itu,
daging lobster mampu meningkatkan stamina tubuh.
Karena
harganya cukup mahal, maka menu lobster untuk sementara masih menjadi makanan
kalangan berduit, kalangan atas. Selain itu, karena pasokan masih kurang dari
para peternak lobster, sehingga sampai saat ini "lobster" masih jadi
rebutan, baik antar pengusaha restoran maupun konsumen langsung.Bahkan para
hobiis ikan hias pun memburunya, sebab lobster selain enak dan berkhasiat bila
dikonsumsi juga banyak dijadikan sebagai hewan hiasan dalam akuarium.
Ada
beberapa jenis lobster yang bisa dibudidayakan di antaranya jenis, Cherak
quadricarinatus, Cherax destructor dan Procambarus clorkii
udang lobster jenis ini berasal dari Australia dan Amerika Serikat. Sementara
lobster yang berasal dari perairan Irian Jaya, jenis Cherax monticola
dan Clorentzi sampai saat ini masih belum bisa dibudidayakan, kecuali di
habitat aslinya.
Melihat
minat masyarakat terhadap udang lobster yang begitu tinggi, membuat para
peternak tambah semangat dan optimis.Tak heran di antara peternak, banyak yang
memperbesar usahanya.Rata-rata para peternak, membuka usahanya dalam akuarium
dan bak-bak kecil sebagai tempat memijahkan anak lobster.Sementara, para pemula
pun ramai-ramai ingin beternak lobster, mereka tergiur untung yang diperoleh
para peternak yang terlebih dahulu menggelutinya.
Banyak orang meminati usaha ternak udang lobster,
pasalnya untuk membuka usaha ini selain irit modal dan bisa dikerjakan dalam
maupun di halaman rumah.Sementara nilai jualnya cukup menggiurkan, sehingga
banyak peternak yang telah lama menerjuni meraih untung besar.Untuk memulai
usaha ini, bagi pemula maupun yang sudah terbiasa beternak udang, modal awal
tidak sampai Rp 3 juta.Dalam mengawali usaha, hanya cukup menyediakan beberapa
akuarium saja itu pun untuk beberapa ekor induk dan jantan. Bila untuk satu set bakal induk,
cukup dengan satu atau dua akuarium saja.
Pasangan
ideal untuk beternak udang lobster, antara 2 - 3 betina dan 1 ekor jantan.
Harga bakal induk saat ini yang telah berusia 8 - 10 bulan, antara Rp 400.000 -
Rp 500.000 per ekor betina, dan antara Rp 75.000 - Rp 100.000 ekor jantan.
Produksi
anak untuk induk pemula, bisa sampai 150 - 200 ekor, sementara induk yang
berbadan besar bisa sampai di atas 700 ekor anak.Dalam setahun udang lobster
bertelur bisa sampai empat periode, bila kondisi induk tetap baik. Setetah
berusia antara 3 - 4 bulan anak lobster sudah siap dipanen atau dikonsumsi,
untuk mencetak bakal induk sampai minimal usia tujuh bulan.Pemeliharaan udang
lobster air tawar dalam akuarium tidaklah terlalu sulit, bahkan terkesan lebih
mudah dibanding jenis lain. Ini terlihat dari segi penggantian air saja, cukup
dilakukan seminggu sekali.
Namun
lemahnya, udang lobster ini cukup rentan pada kematian terutama dalam masa
pergantian kulit (megar Sunda Red). Selain itu, lobster memiliki sifat kanibal,
sehingga bila kekurangan makanan, sesama lobster akan saling menyerang dan memangsa.
Prospek pasar untuk lobster masih sangat terbuka, karena
sampai saat ini lebih tinggi permintaan dibanding suplai.Maka tidak heran, bila
harga lobster terus meningkat, yang berusia tiga atau empat bulan saja untuk
konsumsi mencapai Rp 4.000 - Rp 5.000 per ekor untuk lobster konsumsi.
Untuk
lobster hias lebih mahal lagi, sebab untuk lobster ini harus memiliki warna dan
bentuk tubuh yang sempurna, harga lobster hias saat ini di Bandung dan Bogor
mencapai Rp 8.000 - Rp 10.000 per ekor.
c.
Lobster Bagi Kesehatan
1)
Lobster adalah
sumber protein yang sangat baik. Protein penting bagi tubuh kita untuk energi
dan pemantapan produksi gula darah. Hal ini juga membantu menurunkan berat
badan. Kandungan protein lobster lebih tinggi dari ayam dan sapi, sedangkan
kalori nya lebih rendah daripada daging ayam dan sapi.
2)
Daging lobster mengandung asam lemak omeg-3 dalam jumlah tinggi.
Asam lemak omega-3 penting untuk mencegah penyakit jantung dan menjaga
kesehatan jantung. Telah terbukti bahwa orang-orang yang beresiko tinggi
terhadap gangguan jantung,mendapat manfaat dari lobster karena kandungan
omega-3 di dalamnya.
3)
Lobster adalah makanan pilihan yang sangat baik bagi orang yang
ingin mengubah gaya hidup, dan membuatnya menjadi lebih sehat dan lebih baik.
Lobster sangat rendah lemak, rendah kalori dan rendah kolesterol, tetapi masih
memberikan nutrisi yang diperlukan.
4)
Daging lobster mengandung, vitamin ,seng, kalium, vitamin B12 dan
selenium. Semua itu sangat penting bagi kesehatan. Kandungan seng di dalam
lobster dapat meningkatkan vitalitas, libido menjadi lebih kuat dan tahan lama
serta meningkatkan stamina.
5)
Mengkonsumsi daging lobster sama halnya dengan mengkonsumi multi
vitamin tablet atau suplemen kesehatan.