KALAM (الكلام)
Kalam Ialah Lafadz Yang Tersusun,Yang memberi faedah (Pengertian) Serta disengaja.
Lafadz : Suara yang mengandung sebagian huruf –huruf hijaiyyah
Tersusun : Lafadz Yang tersusun dari dua kalimat (kata) atau lebih
Memberi Faedah : Ucapan yang memberikan pengertian atau pemahaman
Disengaja : Artinya orang yang mengucapkan harus dalam keadaan sadar
Contoh : نَصَرَ زَيْدٌ - زَيْدٌ كَلْأَسَدِ
KALAM ADA TIGA :
1. Kalimat Isim 2. Kalimat Fi’il 3. Kalimat Huruf
Berikut adalah definisi kalimat-kalimat tersebut beserta tandanya
1. Kalimah Isim (Kata Benda)
Ialah kalimat yang menunjukkan arti nama atau benda tanpa di sertai keterangan waktu.
Contoh : مَدْرَسَةٌ (Sekolah), مِمْسَحَــةٌ (Penghapus)
Tanda-Tanda Isim ada Lima :
1. Menerima Tanwin,Contoh : هٰذَا قَلَمٌ
2. Menerima ال,Contoh : اِشْتَرَيــْتُ اْلقَلَمَ
3. Meneriama Huruf Jer, Contoh : كَـَتَــبْتُ بِاْلقَلَمِ
4. I’rob Jer, Contoh : سَأَلْــتُ زَيــْدًا اِسْمَ اْلقَلَمِ
5. Musnad Ilaih, (ada Tiga) : a) Mubtada’ : الْقَلَمُ جَدِيـْدٌ
b) Fail : سَقَطَ اْلقَلَمُ عَنِ اْلَمكْــتَبِ
c) Idlofah (mudlof) : رَأَيــْتُ قَلَمَ زَيـْـدٍ – كِتاَبُ اْلفَراَئِضِ - Fungsi huruf jer adalah mengejerkan kalimat isim sesudahnya, Adapun Huruf - Huruf Jer ada sepuluh yaitu :
No | Amil | Arti | Contoh |
Jawa | Indonesia |
1 | مِنْ | Awit/setengah Saking Melarat | Dari | رَجَعْتُ مِنَ اْلبَيْتِ |
2 | اِلٰى | Tumeko Maring | Sampai Pada/ke | اَذْهَبُ اِلى اْلمَدْرَسَةِ |
3 | عَنْ | Andoh Saking | Dari | رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ اْلقَوْسِ |
4 | عَلٰى | Ingatase | Atas | وَعَلى الْفُلْكِ تُحْمَلُوْنَ |
5 | فِى | Ingdalem/kerono | Di dalam | اِعْتَكَفْتُ فِى اْلمَسْجِدِ |
6 | رُبَّ | Pirang pirang | Banyak | رُبَّ رَجُلٍ اَحْسَنْتَهُ |
7 | البَاءْ | Kelawan/sebab | Dengan | ذَهَبْتُ بِزَيْدٍ |
8 | الكَافْ | Koyo/kerono | Seperti | مُحَمَّدٌ كَلْبَدْرِ |
9 | اللاَّم | Keduwe/kerono/maring | Bagi | اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ |
10 | حَرْفُ قَسَم1.الوَاوُ | Demi | Demi | وَاللهِ |
2.الباَءْ | بِاللهِ |
3.التَّاءْ | تاَللهِ |
2. Kalimah Fi’il (Kata Kerja)
Ialah kalimah yang menunjukkan sesuatu pekerjaan yang di sertai dengan keterangan waktu.
Tanda-Tanda Kalimah Fi’il ada Empat, Yaitu dapat kemasukan :
1. قَدْ (qod), masuk pada fi’il : Madli (Bermakna تَحْقِيْق / Sungguh)
Contoh : قَدْ نَصَرَ زَيـْـدٌ
: Mudlori’ (Bermakna تَقْلِيْل / Terkadang)
Contoh : قَدْ يَقْرَءُ عَمْرٌو الكِتاَبَ
2. س (Sin), Masuk pada fi’il mudlori’. Contoh : سَيَفْتَحُ زَيْدٌ الباَبَ
3. سَوْفَ (Saufa), Masuk pada fi’il mudlori’. Contoh : سَوْفَ يَقُوْمُ عَلِىٌّ
4. تاَءْ تَأْنِيْث سَاكِنَةْ, Masuk pada fi’il madli. Contoh : قاَمَتْ زَيْنَبُ 3. Kalimah Huruf (Kata Keterangan/Sambung)
Ialah kalimah yang tidak bisa berdiri sendiri (Tidak dapat di fahami) kecuali dengan menggandengnya dengan lafadz lain.
Tanda-Tanda kalimah huruf adalah tidak menerima tanda isim dan fi’il
Contoh : اِلىَ - فِى - مَا - وَ - عَلىَ
I’ROB (اعراب)
I’rob adalah perubahan akhir kalimah karna berbeda-bedanya amil yang masuk ke dalamnya, berubah secara jelas atau perkiraan saja.
Contoh :
- Berubah secara jelas : زَيـْدٌ قَاِئمٌ - نَصَرْتُ زَيـْدًا - مَرَرْتُ بِزَيـْدٍ
- Berubah secara perkiraan : جَاءَ اْلفَتىَ - اِجْتَهَدَ اْلقَاضِى
I’rob ada empat :
No | I’rob | Tanda Asli | Masuk pada | Contoh |
1 | Rofa’ | Dlommah | Isim dan Fi’il | زَيـْدٌ قَاِئمٌ |
2 | Nashob | Fathah | Isim dan Fi’il | نَصَرْتُ زَيـْدًا |
3 | Jer | Kasroh | Isim | مَرَرْتُ بِزَيـْدٍ |
4 | Jazem | Sukun | Fi’il | لَمْ َينْصُرْ عَلِىٌّ |
MENGETAHUI TANDA I’ROB (مَعْرِفَةُ عَلاَمَةِ اْلإِعْرَاب)
v I’rob Rofa’ mempunyai empat tanda :
1. Harokat Dlommah
2. Huruf Wawu
3. Huruf Alif
4. Huruf Nun
1. Harokat Dlommah menjadi tanda I’rob rofa’ bertempat pada empat tempat :
No | Rofa’ dengan dlommah | Keterangan | Contoh |
1 | Isim Mufrod (اسم مفرد) | Ialah Kalimat Isim Yang Menunjukkan Arti | Satu | هذَا مَسْجِدٌ |
2 | Isim Jama' Taksir (اسم جمع تكسير) | Banyak,Dan Berubah Dari Bentuk Mufrodnya | جَاءَ رِجاَلٌ |
3 | Isim Jama' Mu'annas Salim (اسم جمع مؤنث سالم) | Banyak,Mendapat Tambahan Alif & Ta' Di Akhir | قَامَتْ مُسْلِمَاتٌ |
4 | Fi’il Mudlori’ (فعل مضارع) | Tidak Bertemu sesuatu (Alif Tasniyyah, Wawu jama’, Ya’ mu’annats mukhotobah) | يَجْلِسُ اْلأُسْتاَذُ |
2. Huruf Wawu menjadi tanda I’rob rofa’ bertempat pada Dua tempat :
No | Rofa’ dengan huruf Wawu | Keterangan | Contoh |
1 | Isim Jama' Mudzakkar Salim (اسم جمع مذكر سالم) | Ialah Kalimat Isim Yang Menunjukkan Arti Banyak,Mendapat Tambahan Wawu & Nun Ketika Rofa', Serta Tambahan Ya' & Nun, Ketika Nashob dan Jer | الـمُـسْلِمُوْنَ قَاِئمُوْنَ |
2 | Asma'ul Khomsah (اسماء الخمسة) | Yaitu Isim-Isim Yang Ada Lima, ذُوْ ,أَبٌ , أَخٌ , حَمٌ , فُوْ | أَبُوْكَ حَاضِرٌ |
3. Huruf Alif menjadi tanda I’rob rofa’ bertempat pada Satu tempat Yaitu :
Isim Tasniyyah (اسم تثنية) ialah Kalimat Isim Yang Menunjukkan Arti Dua, Mendapat Tambahan Alif & Nun Ketika Rofa' Serta Tambahan Ya' & Nun Ketika Nashob dan Jer.
Contoh : حَضَرَ مُسْلِماَنِ
4. Huruf Alif menjadi tanda I’rob rofa’ bertempat pada Satu tempat Yaitu :
Af’alul Khomsah (افعال الخمسة) ialah Fi’il-Fi’il Mudlori’ yang bertemu Alif Tasniyyah, wawu jama’ dan ya’ mu’annats mukhotobah. (يَفْعَلاَنِ - تَفْعَلاَنِ - يَفْعَلُوْنَ - تَفْعَلُوْنَ - تَفْعَلِيْنَ )
v I’rob Nashob mempunyai lima tanda :
1. Harokat Fathah
2. Huruf Alif
3. Harokat Kasroh
4. Huruf Ya’
5. Terbuangnya Huruf Nun
1. Harokat Fathah menjadi tanda i’rob Nashob bertempat pada tiga tempat :
No | Nashob dengan fathah | Keterangan | Contoh |
1 | Isim Mufrod (اسم مفرد) | يُعَلِّمُ اْلأُسْتَاذُ |
2 | Isim jama’ taksir (اسم جمع تكسير) | يَتَعَلَّمُ التَّلاَمِيْذُ |
3 | Fi’il Mudlori’ (فعل مضارع) | Yang kemasukan amil nawashib,dan akhirnya tidak bertemu sesuatu | تَذْهَبُ اْلمُعَلِّمَاتُ |
2. Huruf Alif menjadi tanda i’rob Nashob bertempat pada satu tempat yaitu :
Asma’ul Khomsah (اسماء الخمسة).
Contoh : نَصَرْتُ أَخاَكَ
3. Harokat Kasroh menjadi tanda i’rob Nashob bertempat pada satu tempat yaitu: Isim Jama’ Mu’annats Salim (اسم جمع مؤنث سالم).
Contoh : رَأَيــْتُ مُسْلِماَتٍ
4. Huruf Ya’ menjadi tanda i’rob Nashob bertempat pada dua tempat yaitu :
No | Nashob dengan Ya’ | Contoh |
1 | Isim Tasniyyah (اسم تثنية) | رَأَيــْتُ اْلمُسْلِمَيـْــنِ |
2 | Isim Jama’ Mudzakkar Salim (اسم جمع مذكر سالم) | رَأَيـْتُ اْلـمُسْلِمِيــْنَ |
5. Terbuangnya huruf nun menjadi tanda i’rob Nashob bertempat pada satu tempat yaitu :
Af’alul khomsah (افعال الخمسة).
Contoh : لَنْ يفْعَلاَ - لَنْ تَفْعَلاَ - لَنْ يَفْعَلُوْا - لَنْ تَفْعَلُوْا - لَنْ تَفْعَلِيْ
v I’rob Jer mempunyai tiga tanda :
1. Harokat Kasroh
2. Huruf Ya’
3. Harokat Fathah
1. Harokat kasroh menjadi tanda i’rob jer bertempat pada tiga tempat :
No | Jer dengan kasroh | Contoh |
1 | Isim Mufrod munshorif (menerima tanwin) (اسم مفرد منصرف) | مَرَرْتُ بِرَجُلٍ |
2 | Isim Jama’ taksir munshorif (menerima tanwin) (اسم جمع تكسير منصرف) | مَرَرْتُ بِرِجاَلٍ |
3 | Isim Jama’ mu’annats salim (اسم جمع مؤنث سالم) | مَرَرْتُ بِالْمُؤْمنِاَتِ |
2. Huruf Ya’ menjadi tanda i’rob jer bertempat pada tiga tempat :
No | Jer dengan huruf ya’ | Contoh |
1 | Asma’ul Khomsah (اسماء الخمسة) | نَظَرْتُ اِلَى أَخِيْكَ |
2 | Isim Tasniyyah (اسم تثنية) | مَرَرْتُ بِمُؤْمِنَيْنِ |
3 | Isim Jama’ Mudzakkar salim (اسم جمع مذكر سالم) | مَرَرْتُ بِمُسْلِمِيْنَ |
3. Harokat fathah menjadi tanda i’rob jer bertempat pada satu tempat yaitu :
Isim Ghiru munshorif - اسم غير منصرف - (Isim yang tidak menerima tanwin) ialah Isim yang di dalamnya terdapat dua ‘illat far’iyyah (yang satu kembali pada makna dan yang satu kembali pada lafadznya), atau hanya satu ‘illat yang sudah mencukupi sebagaimana dua ‘illat.
Ø Satu ‘illat yang dapat mencegah tanwin pada kalimat isim itu ada dua :
No | Dengan Satu ‘Illat | Keterangan | Contoh |
1 | Alif Ta’nits (ada dua) (الف تأنيث) | Maqshuroh (مقصورة) | ialah alif yang menunjukkan makna perempuan | yang setelahnya tidak ada hamzah.
| حُبْلٰى - عَطْشىٰ صُغْرىٰ |
Mamdudah (ممدودة) | yang setelahnya terdapat hamzah.
| صَحْرآءَ - حَمْرآءَ |
2 | Shighot Muntahal Jumu' (صيغة منتهى الجموع) | Ialah shighotnya isim jama’ taksir yang sudah tidak dapat di jama’kan lagi. yaitu jama’ taksir yang mana setelah alif taksirnya ada dua huruf atau tiga huruf, namun, huruf yang tengah mati. Wazan itu adalah : فَواَعِلُ – مَفاَعِيْلُ – مَفاَعِلُ – فَعاَلِيـْلُ – فَعاَلِلُ - فَعَائِل | دَراَهِمَ - مَصاَبِيْحَ |
- Alif Ta’nits cukup dengan ‘illat dirinya sendiri, karena alif itu menunjukkan pada ta’nits (perempuan) ini sama dengan ‘illat ma’nawi, dan alif itu selalu menetap pada isim yang di masukinya (tidak pernah di lepas), ini sama dengan ‘illat lafdzi.
- Shighot Muntahal Jumu' cukup dengan ‘illat dirinya sendiri, karena jama’ itu sama dengan ‘illat ma’nawi, dan ia adalah jama’ yang terakhir dan tidak dapat di jama’kan lagi. Ini sama dengan ‘illat lafdzi.
Dua ‘illat yang dapat mencegah tanwin pada kalimat isim yaitu, ‘illat lafdzi bersamaan dengan ‘illat ma’nawi washfiyyah (isim sifat) atau bersamaan dengan ‘illat ma’nawi ‘alamiyyah (isim ‘alam).
Ø ‘Illat ma’nawi washfiyyah / Isim sifat, dapat mencegah tanwin pada kalimat isim jika bersamaan dengan :
1. ‘Adl (tahqiq) ( عدل تحقيق )
Yaitu kalimat isim yang pindahan dari lafadz lain.
Ini terbagi menjadi dua macam :
a. Isim yang mengikuti wazan فُعاَلٌ Dan مَفْعَلٌ yang menjadi pindahan dari bilangan yang di ulang-ulang mulai dari bilangan satu sampai sepuluh.
Contoh : اُحاَدُ Pindahan dari وَاحِدٌ واَحِدٌ
ثُناَءُ Pindahan dari اِثْنَيْنِ اثْنَيْنِ
مَوْحَدُ Pindahan dari واَحِدٌ واَحِدٌ
b. Isim (sifat) berupa lafadz اُخَرُ pindahan dari lafadz الآخَرُ / آخَرُ
Contoh : فَعِدَّة ٌمِنْ اَيّاَمٍ اُخَرَ
مَرَرْتُ بِنِسآءٍ اُخَرَ
‘Illat wshfiyyah kembali pada ma’na dan ‘adl kembali pada lafadz. Dan ‘adl semacam itu di sebut ‘adl tahqiqi.
2. Wazan fi’il.
Mengikuti wazan اَفْعَلُ apabila mu’annatsnya tidak memakai ta’ akan tetapi mengikuti wazan اَفْعِلآءُ
Contoh : اَحْمَرُ Mu’annatsnya حَمْرآءُ
‘illat washfiyyah kembali pada ma’na,sedang wazan fi’il kembali pada lafadz.
3. Tambahan Alif dan Nun. ( زيادة الألف و النون )
Yaitu isim yang akhirannya mendapat tambahan alif dan nun. Dengan syarat mengikuti wazan فَعْلآنُ yang mu’annatsnya tidak menggunakan ta’,akan tetapi mu’annatsnya mengikuti wazan فَعْلىٰ
Contoh : سَكْراَنَ Mu’annatsnya سَكْرٰى
غَضْباَنَ Mu’annatsnya غَضْبٰى
عَطْشاَنَ Mu’annatsnya عَطْشٰى
‘Illat washfiyyah kembali pada ma’na,sedang ziyadah alif nun kembali pada lafadz.
Ø ‘illat ma’nawi ‘alamiyyah (nama) dapat mencegah tanwin pada kalimat isim jika bersamaan dengan :
1. ‘adl (taqdiri) ( عدل تقديرى )
Yaitu kalimat isim yang mengikuti wazan فُعَلُ yang dikira-kirakan pindahan dari wazan فاَعِلٌ (‘illat ‘alamiyyah kembali pada makna, sedangkan ‘illat ‘adl kembali pada lafadz).
Contoh : عُمَرُ Di kira-kirakan pindahan dari عاَمِرٌ
زُحَلُ Di kira-kirakan pindahan dari زَاحِلٌ
2. Wazan fi’il
ialah wazan yang khusus untuk fi’il atau kebanyakan digunakan untuk fi’il (‘illat ‘alamiyyah kembali pada makna, sedangkat ‘illat wazan fi’il kembali pada lafadz).
Contoh : يَشْكُر (nama orang), اَحْمَد (nama orang)
Wazan fi’il yang khusus untuk fi’il yaitu:
1. فُعِلَ 4. تَفَعَّلَ
2. فَعَّلَ 5. يُفَعْلِلُ
3. اِسْتَفْعَلَ 6. فَعْلَلَ
Sedangkan wazan yang kebanyakan masuk pada fi’il yaitu: 1.Wazan fi’il amar tsulasi mujarrod. Seperti : اِثْمِرْ 2. Wazan fi’il mudlori’ yang dari tsulasi mujarrod. Seperti : يَشْكُر , يَزِيْد
Adapun wazan yang berlakunya banyak pada isim yaitu seperti yang mengikuti wazan فَعَلٌ maka tetap menerima tanwin. Seperti : مَرَرْتُ بِحَسَنٍ
1. Tarkib mazji. (Apabila tidak diakhiri dengan lafadz وَيْهٍ )
Tarkib mazji adalah setiap dua isim yang dijadikan satu kalimat. Yang mana lafadz keduanya menempati ta’nya isim mufrod, maksudnya peng-I’roban berada pada lafadz akhir, untuk yang pertamanya mabni fath apabila tidak berupa huruf ‘illat akhirnya, sebagaimana ta’nya isim mufrod (‘illat ‘alamiyyah kembali pada makna dan ‘illat tarkib mazji kembali pada lafadz).
Contoh : حَضْرَ مَوْتَ (nama kota), مَعْدِيْكَرِبَ
2. Tambahan Alif dan Nun. ( زيادة الألف و النون )
Yaitu kalimat isim yang akhirnya mendapat tambahan alif dan nun dengan syarat isim tersebut mengikuti wazan فِعْلآنُ - فَعْلآنُ فُعْلآنُ - (‘illat ‘alamiyyah kembali pada makna sedang ‘illat ziyadah alif nun kembali pada lafadz).
Contoh : عُثمآنَ - حَمْداَن - عِمْرَانُ (Nama orang)
3. ‘ajam. ( عجم )
Yaitu nama yang berasal dari selain bahasa arab (‘illat ‘alamiyyah kembali pada makna, sedang ‘illat ‘ajam kembali pada lafadz).
Contoh : اِبْراَهِيْمَ – كَرْمِيْنْطَ
4. Ta’nis yang tidak menggunakan huruf alif.
Ta’nis ada tiga;
1. Dengan alif (mamdudah dan maqsuroh)
2. Dengan ta’
3. Tidak dengan alif dan tidak dengan ta’ yang disebut dengan ta’nis ma’nawi.
- Untuk ta’nis dengan ta’ maka wajib dilakukan isim ghoiru munshorif secara mutlak, baik untuk nama wanita seperti خَدِيْجَة - فَاطِمَةَ atau untuk nama laki-laki, seperti حَمْزَة - طَلْحَة Dan baik hurufnya cuma tiga, seperti ثُبَة Atau lebih,-
seperti هُرَيْرَة dan baik tiga huruf yang berharakat semuanya, seperti هِبَةَ atau yang tengah mati, seperti بَلْهَ
- Sedang untuk ta’nis ma’nawi dilakukan isim ghoiru munshorif apabila menetapi salah satu dari empat syarat :
1. Hurufnya lebih dari tiga, seperti : زَيْنَبَ - سُعلَدَ
2. Hurufnya tiga dan huruf yang tengah berharakat, seperti : سَقَرَ
3. Hurufnya tiga yang tengah mati tetapi alam ajam, seperti: خِمْصَ
4. Nama laki-laki yang dibuat nama perempuan, seperti : زَيْدٌ
Jika salah satu dari empat syarat ini tidak ditemukan maka boleh di munshorifkan dan di ghoiru munshorifkan. Seperti : هِنْدٌ
Ø Isim ghoiru munshorif apabila dimudlofkan atau terletak sesudah ال, maka harus di jerkan dengan tanda kasroh walaupun tidak di tanwin.
Contoh : مَرَرْتُ بِأَحْمَدِكُمْ - بِالْمَساَجِدِ
v I’rob Jazem mempunyai tiga tanda :
1. Sukun
2. Membuang huruf ‘illat
3. Membuang huruf nun
1. Harokat Sukun menjadi tanda i’rob jazem bertempat pada satu tempat yaitu Fi’il Mudlori’ shohih akhir (فعل مضارع صحيح الأخر) ialah Fi’il mudlori’ yang huruf akhirnya tidak berupa huruf ‘ illat (ا - و - ي )
Contoh :لَمْ يَعْلَمْ - لَمْ يَصْلُحْ
2. Membuang huruf ‘illat menjadi tanda i’rob jazem bertempat pada satu tempat yaitu :
Fi’il mudlori’ mu’tal akhir (فعل مضارع معتل الأخر) ialah Fi’il mudlori’ yang huruf akhirnya berupa huruf ‘illat (ا - و - ي )
Contoh : لَمْ يَخْشَ asalnya - لَمْ يَخْشَىْ لَمْ يَرْمِ asalnya لَمْ يَرْمِىْ
3. Membuang huruf Nun menjadi tanda i’rob jazem bertempat pada satu tempat yaitu :
Af’alul Khomsah (افعال الخمسة)
Contoh : لَمْ يفْعَلاَ - لَمْ تَفْعَلاَ - لَمْ يَفْعَلُوْا - لَمْ تَفْعَلُوْا - لَمْ تَفْعَلِيْ